Senin, 03 Juli 2017

Penyebab burung tidak ngeplong, meski sudah cukup umur

Merawat burung pada dasarnya merupakan kombinasi antara seni, pengalaman, dan keilmuan. Karena itulah, dalam beberapa hal, tips untuk penanganan masalah tertentu tidak mungkin bersifat baku, karena tergantung dari faktor pemicu, proses perawatan, karakter burung, dan pengalaman dari setiap penghobi burung. Namun, untuk hal-hal yang berkaitan dengan fisiologis dan metabolisme di dalam tubuh, ada kesamaan pada sebagian besar burung kicauan. Dari kombinasi itulah, Om Kicau ingin berbagi ilmu tentang deteksi penyebab burung kicauan tidak bisa ngeplong, meski burung sudah cukup umur, dan beberapa cara untuk mengatasinya.
Ngeriwik merupakan fase kedua dari proses berkicaunya seekor burung, khususnya burung kicauan. Adapun fase pertama adalah cuap-cuap, dengan nada tak jelas dan irama tak beraturan, yang dimiliki burung sejak ia menetas.
Manakala burung sudah memasuki umur dewasa kelamin, mestinya sudah memasuki fase ketiga dari proses berkicau tersebut, yaitu ngeplong. Sebagian besar burung kicauan akan memasuki fase ini jika sudah berumur minimal 8 bulan.
Namun, akibat beberapa faktor, tidak sedikit burung yang telah mencapai umur dewasa kelamin alias sudah cukup umur masih saja ngeriwik, dan belum ngeplong. Hal ini terkadang membuat sobat kicaumania frustasi, dan akhirnya menjual burungnya ke orang lain. Celakanya, begitu dibeli orang lain yang faham soal perawatan burung, eh… tak lama kemudian burung tersebut ngeplong juga, bahkan sukses pula di arena lomba.
Nah, untuk menghindari hal-hal seperti ini, Om Kicau akan menurunkan artikel mengenai penyebab burung tidak ngeplong meski sudah cukup umur, dan bagaimana cara mengatasi. Namun, artikel kali ini khusus untuk burung pemakan serangga, seperti murai batukacerpentet, dan sejenisnya. Bisa juga diterapkan untuk famili leafbird, seperti cucak hijau dan cucak rante (cucak ranting).
Khusus untuk kenari, ada artikel sejenis yang pernah dimuat sebelumnya, yaitu :
  1. Mengapa kenari cuma ngeriwik saja.
  2. Mengapa kenari tidak berbunyi.
Kacer Senpi
Kacer selalu ingin menunjukkan wilayah teritorialnya dengan berkicau lantang.
Seperti diketahui, burung di alam liar menjadi dewasa setelah berumur 7-8 bulan. Saat itulah burung sudah mampu bersuara lantang, untuk menunjukkan kepada burung lain mengenai wilayah kekuasaannya, terutama untuk burung yang memiliki sifat teritorial seperti murai batu, kacer, dan pentet.
Pertanda lain dari burung dewasa adalah memiliki kemampuan kawin, disertai dengan organ reproduksi yang sudah bisa difungsikan. Misalnya, burung betina sudah mampu memproduksi sel telur (ovum) dan yang jantan sudah mampu memproduksi sel sperma.
Karena itulah, burung dewasa makin rajin bunyi untuk menarik perhatian burung betina yang bakal menjadi pasangannya untuk berkembang biak. Di alam liar inilah, burung memiliki siklus kehidupan yang teratur, dan terjadi setiap tahun, misalnya masa moulting, masa mencari pasangan, dan masa berkembang biak.
Dalam pemeliharaan di dalam sangkar, terkadang ada beberapa bagian yang terlewatkan. Banyak kicaumania yang memiliki burung jantan, tanpa keberadaan burung betina, karena memang tak berminat ke penangkaran burung. Artinya, burung tidak berkesempatan memamerkan kicauan terbaiknya di depan burung sejenis yang berbeda jenis kelamin.
Burung dewasa pasti memiliki birahi. Birahi bukan hanya berkaitan dengan kegacorannya saat berlomba atau untuk menghibur Anda di rumah melalui nyanyian-nyanyiannya. Birahi, secara alami atau naluriah, idealnya memang tersalurkan kepada lawan jenisnya, dari jenis burung yang sama.
Ketika birahi tak pernah tersalur, sementara burung mendapat pasokan extra fooding (EF) setiap hari, tentu terjadi penumpukan birahi yang jika dibiarkan bisa mengakibatkan burung mengalami over birahi (OB) dan berdampak pada kegagalan dalam peningkatan level kicauan, maupun malas bunyi, bahkan macet bunyi.
Perawatan yang tidak tepat juga bisa mengakibatkan masa mabung pertamanya terhambat, sehingga burung masih saja ngeriwik usai melewati masa mabung pertama tersebut.
Dari berbagai kondisi seperti itulah, kita bisa memilah beberapa faktor penyebab burung tidak bisa ngeplong, meski sudah cukup umur. Sedikitnya ada lima faktor yang paling dominan dalam hal ini, yaitu :
1. Burung mengalami malnutrisi
Malnutrisi bisa dikatakan merupakan faktor penyebab utama mengapa burung tidak juga ngeplong. Sepanjang burung diberi pakan utama secara cukup, kasus malnutrisi sebenarnya jarang terjadi. Terutama apabila pakan utama ini berupa voer. Sebab voer, apalagi dari pabrikan ternama, pasti memiliki nutrisi inti yang seimbang. Nutrisi inti meliputi energi metabolisme (kalori), karbohidrat, protein, lemak, dan serat kasar.
Adapun jika pakan utamanya berupa buah-buahan, terutama pada cucak hijau yang biasa dirawat tanpa voer, tidak semua nutrisi inti tersebut tersedia sesuai dengan kebutuhan gizi minimal. Mungkin kekurangan dapat tertutupi melalui extra fooding (EF), seperti kroto, jangkrik, ulat, dan sebagainya.
Karena itulah, kasus burung tidak juga ngeplong akibat malnutrisi biasa dialami oleh kicaumania yang karena kesibukannya tidak sempat memberikan pakan secara maksimal, baik sering lupa memberi makan atau rutin memberi pakan tetapi jumlahnya tidak memadai untuk mencukupi kebutuhan gizi minimal.
Selain itu, ada sebab lain meski tidak secara langsung, yaitu burung kekurangan vitamin dan mineral. Hal ini bahkan melanda sebagian besar burung kicauan, terutama kekurangan vitamin A, vitamin D, vitamin E, serta mineral kalsium (Ca) dan fosfor (P).
Vitamin dan mineral memang berpengaruh langsung terhadap vitalitas dan derajat kesehatan burung. Apabila burung kondisinya fit dan sehat, maka proses untuk ngeplong bisa berjalan normal, atau tepat waktu. Ketika burung kekurangan vitamin dan mineral, dan kondisi ini berjalan terus-menerus sejak anakan, maka proses ngeplong pun terhambat.
Bahkan burung-burung jawara pun umumnya tidak lepas dari asupan vitamin. Itu sebabnya, Om Kicau selalu menekankan pemberian multivitamin seperti BirdVit (3 kali seminggu) dan multimineral seperti BirdMineral (1 kali seminggu) untuk semua jenis burung kicauan maupun non-kicauan. Alasannya sederhana saja. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, tidak ada burung yang dipelihara dalam sangkar yang tercukupi kebutuhan vitamin dan mineralnya hanya mengandalkan pakan, baik pakan utama maupun pakan tambahan (silakan cek artikelnya di sini).
2. Burung kurang birahi
Faktor malnutrisi, terutama kekurangan protein dan energi metabolisme (kalori), juga dapat memicu faktor penyebab lainnya sehingga burung belum ngeplong juga meski sudah dewasa dan matang secara seksual.
Ini biasanya terjadi ketika burung dalam kurun waktu tertentu kekurangan kedua nutrisi tersebut, misalnya tak ada pasokan kroto dan jangkrik, sehingga burung terpaksa mengandalkan voer saja. Akibatnya, burung yang mestinya sudah memiliki kemampuan untuk bersuara lantang alias ngeplong, hanya sesekali saja mampu ngeplong, misalnya dua hari sekali, atau seminggu sekali.
Bahkan ketika kekurangan protein dan energi metabolisme itu terjadi dalam kurun waktu lama, apalagi sejak anakan, maka burung akan selalu ngeriwik dan tak pernah ngeplong.
Selain terpengaruh malnutrisi, faktor bawaan (genetis) juga bisa menjadi biang ketidakngeplongan burung. Faktor bawaan yang dimaksud adalah kadar testosteron pada burung. Sebab, setiap individu burung dalam spesies yang sama memiliki kadar testosteron berbeda-beda, dan sebagian besar bersifat genetis.
Untuk memudahkan pemahaman Anda, kita bisa lihat kasus ini pada manusia. Ada manusia yang memiliki libido tinggi, sedang, dan rendah. Selain disebabkan faktor makanan, libido juga diwarisi seseorang dari ayah dan / atau ibunya.
3. Burung mengalami gangguan sewaktu mabung
Secara umum, burung muda yang telah berganti bulu menjadi bulu dewasa (mabung pertama) akan lebih cepat ngeplong dan bersuara kencang, yang menandakan mereka telah dewasa. Namun jika terjadi gangguan sewaktu mabung, misalnya masa mabungnya terlalu lama, macet mabung, atau hal lain yang berhubungan dengan pergantian bulu, hal ini bisa membuat burung gagal ngeplong dan tetap ngeriwik saja.
MABUNG STRESS BISA TERJADI KAPAN DAN DIMANA SAJA
Mabung terlalu lama menghambat proses ngeplong.
4. Burung terlalu manja
Burung jinak memang bagus, karena memudahkan perawatan. Tetapi jika kejinakannya mengarah menjadi terlalu manja, burung kerap mengalami penurunan dalam kemampuan berkicaunya. Kasus ini paling sering terjadi pada cucak hijau, pentet, dan kacer.
Solusi untuk mengatasi burung manja bisa dilihat kembali pada beberapa artikel berikut ini:
5. Burung tak pernah dipancing untuk ngeplong
Beberapa jenis burung tertentu membutuhkan pancingan agar cepat ngeplong. Misalnya pleciciblek, dan cipo / sirpu. Karena itu, diperlukan pancingan agar mereka cepat ngeplong, dengan cara membeli burung sejenis, baik berjenis kelamin sama maupun berbeda jenis kelamin. Bisa juga dengan membiasakan mengajak burung jalan-jalan, misalnya seminggu sekali dipertemukan dengan burung sejenis.
Bahkan, meski jarang terjadi, beberapa individu pentet pun membutuhkan burung sejenis sebagai pendamping untuk mempertahankan kengeplongan dan kegacorannnya. Hal ini antara lain dialami oleh pentet Rider milik Ngurah Adi (Jalak Bali Team).
Selain lima faktor penyebab di atas, sebenarnya masih ada beberapa faktor lain. Misalnya, burung mengalami gangguan pernafasan yang bersifat kronis (berlangsung lama).
Mengatasi burung yang tidak mau ngeplong
Untuk mengatasi burung yang tidak mau ngeplong, idealnya Anda memikirkan kembali perawatan yang telah diberikan kepada burung, yang ternyata menjadi pangkal persoalan. Misalnya, apakah burung benar-benar rutin diberi pakan bergizi, apakah burung kerap “puasa” extra fooding yang membuat birahinya melorot, apa burung Anda sangat manja, pernah mengalami gangguan saat mabung, tak pernah dipancing dengan burung sejenis, dan sebagainya.
Dalam kasus burung kurang birahi, misalnya, lakukan perbaikan EF terlebih dulu. Anda bisa menjadikan tips perawatan burung jawara yang pernah dimuat Om Kicau sebagai panduannya. Silakan cari infonya menurut kategori jenis burung yang Anda pelihara.
Kalau upaya mendongkrak birahi melalui setelan EF sudah dilakukan, dan tidak ada hasilnya, bisa dipastikan kalau kondisi kurang birahi itu bukan disebabkan faktor pakan, melainkan faktor genetis terutama rendahnya kadar testosteron dalam tubuh burung. Solusinya, seperti sudah dibuktikan ribuan kicaumania di Indonesia, adalah melakukan terapi menggunakanTestoBirdBooster (TBB).
Untuk burung bakalan / burung muda maupun burung dewasa, kebutuhan vitamin tetap harus diperhatikan. Selama ini beredar informasi bahwa burung yang sudah diberi serangga tidak perlu diberi vitamin tambahan lagi. Ini informasi yang sungguh keliru, dan dipastikan berasal dari sumber yang tidak faham mengenai nutrisi / gizi pada unggas, ilmu fisiologi unggas, metabolisme yang terjadi pada tubuh burung, juga perilaku burung.
Setiap bahan pakan burung, baik voer maupun EF serangga dan buah-buahan pasti memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Mulai dari kandungan nutrisi inti hingga puluhan jenis vitamin dan mineral. Itu sebabnya, dalam peternakan ayam misalnya, dikenal istilah formula ransum, yaitu penyusunan pakan yang berdasarkan jumlah atau persentase bahan baku (jagung, bekatul, tepung ikan, dll), dengan mempertimbangkan nilai gizi dari masing-masing bahan.
Setelah ransum tersusun, para peternak selalu memberikan premix, yaitu campuran berbagai jenis vitamin  dan mineral. Dalam setiap 100 kg ransum ayam, misalnya, peternak selalu menambahkan 1,5 – 2 kg premix. Apa artinya, mereka juga sadar, bahwa kebutuhan vitamin dan mineral pada ayam tak mungkin terpenuhi hanya melalui pakan saja. Jadi, seperti beberapa hasil penelitian di dalam maupun luar negeri, sebagian besar burung peliharaan kekurangan vitamin dan mineral tertentu.
Selain faktor pakan, solusi lain yang perlu dilakukan agar burung cepat ngeplong adalah memberikan rawatan ekstra ketika burung memasuki umur 6 – 7 bulan. Sebab burung mulai mendekati masa mabung pertamanya. Masa mabung pertama berbeda dari masa mabung kedua dan seterusnya.
Ini bisa terlihat dari ambrolnya beberapa bulu saja. Secara umum, burung hanya mengalami mabung nyulam apabila akan berganti bulu menjadi dewasa. Meski demikian, ada juga beberapa individu maupun jenis burung yang mengalami mabung total saat berganti menjadi bulu dewasa.
Pada saat mendekati masa mabung pertamanya, berikan pakan secara cukup dan bergizi, terutama protein. Protein yang berlebih akan disimpan dalam tubuh (otot tubuh), dan akan banyak dikeluarkan selama masa mabung.
Apabila burung kekurangan protein, kemudian memasuki masa mabung pertama, maka dia akan mengambil cadangan protein dari otot tubuhnya yang sudah kurus. Hal ini bukan hanya membuat fisiknya drop, namun juga berpotensi membuatnya hanya ngeriwik terus setelah masa mabungnya rampung.
  1.        Tips Perawatan BurungLovebird untuk Lovebird Show (Beauty Contest)

     

    Tips Perawatan Burung Lovebird untuk Lovebird Show (Beauty Contest)

    ontes Lovebird Beauty atau Kontes Lovebird Show (pameran), pada hakekatnya sangat berbeda dibandingkan dengan Kontes Lovebird Singing (lomba suara) seperti yang kita lakukan selama ini di Indonesia.
    Pada Kontes Lovebird Beauty atau Lovebird Show, yang dinilai adalah tampilan fisik dari burung Lovebird, sesuai kriteria standar penilaiannya.
    Acuan standar dasar penilaiannya adalah sesuai standar penilaian internasional yang sudah disepakati. Penilaian mulai dari komposisi proporsional postur burung, komposisi warna bulu burung, komposisi anatomi luar dan lain sebagainya.

     

    Bagaimana standar dasar penilaian pada Kontes Lovebird Lovebird Show?

    Apa saja yang menjadi poin penting dalam penilaian Kontes Lovebird Beauty atau Lovebird Show?

    Bagaimana cara merawat Lovebird agar memperoleh poin maksimal di Kontes Lovebird Beauty atau Lovebird Show?

    Minimal ada 8 acuan standar dasar penilaian yang akan diterapkan pada kontes Lovebird Beauty atau Lovebird Show.
    Salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi atau rendahnya poin penilaian pada saat kontes adalah kebersihan bulu burung dan kerapian bulu burung Lovebird itu sendiri.

    Berikut standar dasar penilaian pada Kontes Lovebird Beauty atau Lovebird Show yang sudah ditetapkan secara internasional:
  2. Badan burung gempal, padat berisi. Bulu kepala dan bulu leher penuh serasi dengan badan keseluruhan. Mata bulat bersih dengan garis kacamata (ring mata) yang bersih dan lebar. Mata berada ditengah kepala secara proporsional.
  3. Bulu sayap penuh, tidak ada bulu yang terlepas dan bulu rapat. Sayap burung rapat dengan badan. Sayap tidak terkulai menjuntai ke bawah dan juga tidak menyilang.
  4. Dada dan punggung burung lebar, bidang padat berisi. Kloaka burung harus bersih dan tidak ada kotoran yang menempel.
  5. Kepala besar, bulat dan bulu kepala padat rapi. Bagian bulu di atas hidung terlihat menonjol.
  6. Muka burung lebar dan bersih. Bentuk paruh besar, utuh, menutup rapat. Paruh harus bersih tidak ada cacat ataupun goresan. Warna paruh harus solid. Batas pangkal paruh lebar dan terlihat dengan jelas.
  7. Warna bulu burung bersih tidak ada kotoran yang menempel, rapi, solid, kontras dan bulu burung mengkilap.
  8. Ekor burung padat, bentuk ekor meruncing searah dengan bidang punggung burung. Ekor tidak menjuntai dan ekor harus bersih.
  9. Kaki dan jari-jari burung normal, bersih, tidak ada cacat.  
  10. Point Penilaian Nilai Maksimal
    Ukuran 15
    Kepala 10
    Badan 10
    Sayap dan Ekor 10
    Kaki, Jari dan Kuku 5
    Warna 25
    Kondisi Burung 15
    Tingkah Laku Burung 10
    Referensi:

    Kontes Burung Lovebird Berikut ini Smart Mastering menyajikan tips "Bagaimana cara membersihkan bulu burung Lovebird yang kotor dan bulu burung Lovebird yang kurang rapi".
    Agar pada waktu kontes, burung Lovebird kesayangan kita bisa memperoleh nilai maksimal dan bisa mendapat predikat juara.
    SANGKAR BURUNG KOTOR = SUMBER MASALAH
    Seperti yang kita ketahui, burung Lovebird adalah burung yang bergerak aktif. Bulu burung yang indah, kadang jadi kusam dan kotor karena bulu burung terkena kotoran yang ada di salah satu tangkringan atau terkena kotoran yang ada di dasar sangkar.
    Sangkar Lovebird Bagian bulu burung Lovebird yang umumnya sering kusam dan kotor adalah bagian ujung sayap dan bagian ekor burung.
    Kalau tidak dibersihkan secara berkala, sudah pasti akan memperngaruhi keindahan warna bulu burung.
    Untuk membersihkan dan merapikan kembali bulu burung Lovebird yang tidak tertata rapi dan menjadikan bulu jadi bersih cemerlang, kita membutuhkan beberapa peralatan seperti: Air bersih, Sprayer dan Sabun Mandi untuk anak-anak (kandungan soda rendah).
      Kelengkapan Mandi Burung

    SEMPROT HALUS DULU, SEBELUM BURUNG DITANGKAP
    Pertama, semprot halus burung Lovebird dengan sprayer dari jarak setengah meter. Usahakan burung disemprot sampai basah kuyup.
    Ini kita lakukan agar ruang gerak burung Lovebird jadi terbatas dan burung mudah ditangkap tanpa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan.
    Catatan: Kalau ragu melakukannya diluar ruangan (outdoor) karena mungkin takut burung terlepas, lakukan didalam ruangan (indoor).
    Burung Mandi Semprot Setelah burung basah, tangkap burung pelan-pelan dan hati-hati. Jangan membuat gerakan-gerakan spontan, lakukan dengan hati-hati. Untuk menghindari gigitan burung, gunakan kain tebal yang halus (misalnya handuk kecil) untuk pelindung tangan.
    BILAS DULU DENGAN AIR BERSIH SEBELUM BURUNG DIBERSIHKAN
    Setelah burung ditangkap, bilas dulu bulu burung yang kotor dengan air bersih yang sudah kita sediakan tadi.
    Membilas dengan air bersih pada tahap ini bermaksud supaya semua kotoran dan noda yang menempel di bulu jadi melunak dan nantinya akan mudah terangkat.
    Bulu Burung Kotor Bilaslah dengan air bersih bagian bulu burung yang kusam dan kotor, seperti bagian sayap dan ekor.
    Bilas Bulu Burung
    SABUNI BULU BURUNG YANG KOTOR
    Setelah dibilas dengan air bersih, kemudian sabuni bagian bulu yang kotor.
    Lakukan selama minimal 3 menit, agar semua kotoran yang ada di bulu terangkat. Pastikan semua bulu burung yang kotor dan kusam terkena air sabun.
    Gerakan menyabuni harus sesuai arah bulu burung. Lakukan dengan hati-hati dan pelan-pelan.
    Sabun Bulu Burung Bagian ekor burung dan bagian ujung sayap burung adalah bagian yang rawan kotor dan rawan kusut.
    Sabuni sambil bersihkan dan luruskan kembali bagian bulu yang kusut, pastikan bulu bersih dari semua kotoran yang menempel.
    Bersihkan Bulu Burung Setelah itu, bilas kembali bulu burung yang kita sabuni tadi dengan air bersih.
    Bilaslah 3-4 kali sampai busa sabun hilang dari bulu burung sehingga bulu burung benar-benar bersih dan detail bulu jadi terlihat jelas.
    Bersihkan Bulu Lovebird
    PERAWATAN KAKI BURUNG LOVEBIRD DENGAN BABY OIL
    Agar mendapat point penilaian yang maksimal pada bagian kaki, olesi tipis dan merata bagian kaki burung Lovebird dengan Baby Oil yang biasanya kita gunakan untuk kulit bayi.
    Baby Oil disini berfungsi membuat kulit kaki dan jari-jari burung Lovebird jadi bersih, menghilangkan kerak dan menghilangkan jamur-jamur yang sering menempel di kaki burung Lovebird.
    Baby Oil untuk Burung Olesi tipis secara merata kaki burung dan jari-jari burung dengan Baby Oil. Baby Oil jangan sampai terkena bulu paha.
    Bersihkan Kaki Lovebird Bersihkan Jari Lovebird
    ALAS SANGKAR YANG BERSIH UNTUK BURUNG LOVEBIRD
    Setelah burung bersih, siapkan sangkar yang sudah dibersihkan, dan lapisi lantai dasar sangkar dengan kertas yang bersih.
    Kemudian masukkan kembali burung Lovebird yang sudah kita bersihkan tadi.
    Alas Sangkar Lovebird
    JEMUR BURUNG YANG SUDAH DIBERSIHKAN
    Terakhir, burung dijemur selama 10-15 menit saja. Penjemuran terlalu lama pada kondisi burung Lovebird basah kuyup akan membuat "zat lilin" di bulu burung jadi rusak.
    Ingat, jemur hanya 10-15 menit saja. Setelah bulu burung terlihat agak kering, burung diangin-anginkan di teras.
    Jemur Burung Lovebird Jemur Lovebird Selamat mencoba...
    Lihat juga: Cerita Dibalik SUPERVIT (True Story), 3 tetes Smart SUPERVIT di cepuk minum 1x seminggu, membuat gacoan Anda tetap fit dan sehat, walaupun tidak sempat dijemur selama 3 bulan.